• Kambing Berkualitas & Memenuhi Syarat

    Darul Aqiqah siap melayani kebutuhan aqiqah untuk putra-putri anda. Dengan layanan yang praktis dan lengkap, kami berharap dapat memudahkan anda untuk melakukan ibadah yang bernilai ‘sunnah kalwajib’, sunnah mendekati wajib.

  • Gratis Potong, Racik & Antar se-JABODETABEK

    Darul Aqiqah siap melayani kebutuhan aqiqah untuk putra-putri anda. Dengan layanan yang praktis dan lengkap, kami berharap dapat memudahkan anda untuk melakukan ibadah yang bernilai ‘sunnah kalwajib’, sunnah mendekati wajib.

  • Bonus Buku Risalah Aqiqah & Kartu Ucapan

    Darul Aqiqah siap melayani kebutuhan aqiqah untuk putra-putri anda. Dengan layanan yang praktis dan lengkap, kami berharap dapat memudahkan anda untuk melakukan ibadah yang bernilai ‘sunnah kalwajib’, sunnah mendekati wajib.

  • Menu Masakan Variatif

    Darul Aqiqah siap melayani kebutuhan aqiqah untuk putra-putri anda. Dengan layanan yang praktis dan lengkap, kami berharap dapat memudahkan anda untuk melakukan ibadah yang bernilai ‘sunnah kalwajib’, sunnah mendekati wajib.

  • Pemesanan Bisa Via Telepon

    Darul Aqiqah siap melayani kebutuhan aqiqah untuk putra-putri anda. Dengan layanan yang praktis dan lengkap, kami berharap dapat memudahkan anda untuk melakukan ibadah yang bernilai ‘sunnah kalwajib’, sunnah mendekati wajib.

  • Pembayaran Mudah, Bisa Bayar Ditempat (COD) & Transfer Bank

    Darul Aqiqah siap melayani kebutuhan aqiqah untuk putra-putri anda. Dengan layanan yang praktis dan lengkap, kami berharap dapat memudahkan anda untuk melakukan ibadah yang bernilai ‘sunnah kalwajib’, sunnah mendekati wajib.

  • Penyaluran Bekerjasama Dengan Panti Asuhan Islam & Yayasan Sosial Islam

    Darul Aqiqah siap melayani kebutuhan aqiqah untuk putra-putri anda. Dengan layanan yang praktis dan lengkap, kami berharap dapat memudahkan anda untuk melakukan ibadah yang bernilai ‘sunnah kalwajib’, sunnah mendekati wajib.

KAJIAN AQIQAH

Egit Heri | Sabtu, 29 Agustus 2015 - 19:33:57 WIB | dibaca: 348 pembaca

KAJIAN AQIQAH
Penyusun : Ust. El Arise Mahmud, S. PdI

MUQODDIMAH
الْعِلْمُ قَبْلَ الْقَوْلِ وَالْعَمَلِ

“Berilmu Sebelum Berkata Dan Beramal”, adalah konsep para ulama yang diberikan kepada umat dalam melaksanakan ibadah apapun. Termasuk aqiqah, yang merupakan amalan sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan), harus pula diawali dengan mengtahui fiqih dan tata caranya. Risalah kecil ini berisikan panduan praktis dalam melaksanakan ibadah aqiqah. Diharapkan, dengan terlebih dahulu mengetahui tentang aqiqah, siapa pun dapat ber-aqiqah dengan benar sesuai ajaran Rasulullah dan tuntunan para ulama, bukan berdasar prasangka atau keterangan simpang-siur. Semoga, dengan melakukan ibadah aqiqah dengan ikhlas dan benar bisa mendapatkan ridho dan pahala maksimal dari Allah SWT. Amin yaa Robbal ‘Alamin

PENGERTIAN AQIQAH
Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya “Tuhfatul Maudud” hal.25-26, mengatakan bahwa : Imam Jauhari berkata : Aqiqah ialah “Menyembelih hewan pada hari ketujuhnya dan mencukur rambutnya.”

Imam Ahmad rahimahullah dan jumhur ulama berpendapat bahwa apabila ditinjau dari segi syar’i maka yang dimaksud dengan aqiqah adalah makna berkurban atau menyembelih (An-Nasikah). Maka Aqiqah adalah hewan kurban yang disembelih untuk bayi yang baru lahir dalam rangka pendekatan diri kepada Allah ta’ala dan sebagai wujud rasa syukur atas kenikmatanNya. Penamaan Aqiqah diambil dari rambut yang berada di atas kepala bayi. Dinamakan Aqiqah karena hewan yang disembelih bertepatan pada hari dimana rambut bayi tersebut disunnahkan untuk dipotong/dicukur.

HUKUM AQIQAH
Para Ulama berbeda pendapat tentang hukum pelaksanaan Aqiqah. Beberapa ulama seperti Abu Zinad, Al Laits, Adz Dzohiriyah, Imam Ahmad dalam salah satu riwayatnya menyatakan aqiqah hukumnya wajib. Abu Hanifah dan Ashab Ar Ro’y menyatakan aqiqah bukan hal yang disunnahkan. Adapun pendapat yang paling kuat, Aqiqah hukumnya Sunnah Muakkadah (sunnah yang ditekankan pelaksanaannya). Berdasar hadits-hadits Nabi berikut,

كُلُّ غُلَامٍ رَهِينٌ بِعَقِيقَتِهِ
“Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya”
[HR. Ashab Assunan dari shahabat Samurah bin Jundub, dishahihkan oleh Syekh Al Albany

مَنْ أَحَبَّ مِنْكُمْ أَنْ يَنْسُكَ عَنْ وَلَدِهِ فَلْيَفْعَلْ
“Siapa di antara kalian yang ingin menyembelih untuk anaknya, hendaknya ia kerjakan”
[HR. Ahmad, Abu Dawud dan lainnya]


Berkata Al Imam Ahmad – rohimahulloh:
“Barangsiapa tidak memiliki uang untuk hal tersebut (aqiqah) kemudian dia berhutang maka aku berharap semoga Allah ta’ala membantu melunasinya karena dia telah menegakkan sunnah”.
Pelaksanaan aqiqah itu lebih utama daripada bershadaqah dengan uang seharga kambing aqiqah, karena pada aqiqah terdapat padanya pahala shadaqah dan wujud rasa syukur dan penebusan (karena bayi yang baru lahir ibarat sesuatu yang tergadaikan yang ditebus dengan aqiqah sebagiamana yang telah lalu penjelasannya)

WAKTU PELAKSANAAN
Disunnahkan pada hari ketujuh dari kelahiran jika terlewatkan maka pada hari ke empat belas kemudian jika terlewatkan lagi maka hari ke duapuluh satu.
Dari Burairah dari Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam, beliau bersabda,”Kambing ‘aqiqah disembelih pada hari ketujuh atau ke 14 atau ke 21.” (Shahihul Jami’us Shaghir no: 4132 & Baihaqi IX: 303).
Namun ada sebagian ulama di antaranya Syaikh Shalih Al Fauzan & Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berpendapat bolehnya melakukan ‘aqiqah selain waktu di atas tanpa batasan sehingga berdasarkan pendapat ini, maka orangtua yang belum mampu pada waktu-waktu tersebut dapat menundanya manakala sudah mampu.

KETENTUAN HEWAN DAN JUMLAHNYA
Para Ulama menyatakan bahwa kambing ‘aqiqah sama dgn kambing qurban dlm usia, jenis & bebas dari aib & cacat. Adapun umur hewan minimal adalah umur jadz’ah, hewan yang tergolong masuk umur dewasa. Untuk domba, minimal lengkap 6 bulan, adapun kambing, minimal lengkap satu tahun.
Untuk aqiqah anak laki-laki, 2 ekor, sedang untuk anak perempuan 1 ekor. Dan tidak ada ketentuan hewan jenis betina atau jantan, keduanya boleh. Berdasar pada hadits Nabi
“Untuk anak laki-laki dua ekor kambing dan untuk anak perempuan seekor kambing. Tidak menjadi masalah apakah itu kambing-kambing jantan ataupun betina.” hadist shohih menurut At-Tirmidzi dan lainnya.
Dari ‘Aisyah radhiyallahu’anha, ia berkata,”Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam pernah menyuruh kami memotong aqiqah 2 ekor kambing untuk anak laki-laki dan sesekor kambing untuk anak perempuan.” (Shahih Ibnu Majah no:2561, dan Tirmidzi III:35 no:1549)

PEMBAGIAN / PENYALURAN AQIQAH
Pada dasarnya sama dengan qurban, hanya ada sedikit perbedaan. Hewan aqiqah dan qurban dibagi 3, sepertiga pertama yang bernilai sedekah (untuk fakir miskin), sepertiga kedua yang bernilai hadiah (untuk tetangga dan sahabat), dan sepertiga ketiga untuk shohibul aqiqah (keluarga yang beraqiqah).

 

Kajian Aqiqah

"Berilmu Sebelum Berkata Dan Beramal", adalah konsep para ulama yang diberikan kepada umat dalam melaksanakan ibadah apapun. Termasuk aqiqah, yang merupakan amalan sunnah muakkadah (sunnah yang ditekankan), harus pula diawali dengan mengtahui fiqih dan tata caranya. Risalah kecil ini berisikan panduan praktis dalam melaksanakan ibadah aqiqah. Diharapkan, dengan terlebih dahulu mengetahui tentang aqiqah, siapa pun dapat ber-aqiqah dengan benar sesuai ajaran Rasulullah dan tuntunan para ulama, bukan berdasar prasangka atau keterangan simpang-siur. Semoga, dengan melakukan ibadah aqiqah dengan ikhlas dan benar bisa mendapatkan ridho dan pahala maksimal dari Allah SWT. Amin yaa Robbal ‘Alamin

Baca Selengkapnya...

Penyusun : Ust. El Arise Mahmud, S. PdI